Sakit itu mahal harganya (part 2)
Dua minggu terakhir ini merupakaan saat-saat melelahkan. Bapak yang sudah sejak lebaran Idul Adha sakit, kondisinya makin menurun. Kecurigaan ibu bahwa bapak menderita diabetes terbukti setelah hasil lab menunjukkan gula darah bapak berada di atas batas maksimum yang disarankan. Disamping itu hasil lab juga menunjukkan gangguan fungsi ginjal yang merupakan dampak dari diabetes yang dideritanya. Kemudian ditambah kandungan kolesterol darah yang tinggi, dan yang bikin ambruk: paratyphus positif. Setelah dirawat 2 hari di RSUD Pasar Rebo, hasil pemerikasaan EKG juga menunjukkan bahwa bapak mengalami stroke ringan malam sebelum masuk RS, hingga akhirnya dirujuk ke ICCU RS BCC karena CVCU di RS Pasar Rebo penuh.
Sebagai orang yang tidak cukup ilmu di bidang kesehatan, kita cuma bisa belajar & membaca literatur, atau menduga-duga. Penyakit bapak yang datang rombongan ini merupakan akumulasi dari ‘ignorance’. Ketidaktahuan tentang kesehatan. Gaya hidup yang masa bodoh, menganggap enteng penyakit atau simptom-simptom rasa sakit yang diderita.
Bertahun-tahun lalu sebelum bapak pensiun dari dinas ketentaraan, hasil check-up menunjukkan kolesterol tinggi, lebih lanjut tentu saja harus mengatur pola makan. Namun, pola makan sehat hanya bertahan sebentar saja, berbagai pantangan mulai dilanggar, porsi makan tetap sebanyak porsi biasanya. Semakin lama, kebiasaan olahraga yang dijalani bapak mulai ditinggalkan, apalagi dengan kesibukan beliau dengan pekerjaan-pasca-pensiunnya yang melelahkan. Di luar kota dengan makanan yang mungkin kurang higienis & kurang sehat.
Tidak perlu dirinci, berapa besar biaya yang sudah & bakalan keluar untuk pengobatan bapak, berapapun akan diusahakan walau harus menggadaikan seluruh harta kekayaan yang sudah dimiliki hasil kerja keras bapak selama ini.
Karena itulah Rizya… Usaha kamu mengurangi porsi makan sudah baik sebagai permulaan. Tapi itu masih belum cukup, kamu perlu mengatur pola makan sehat, ikuti petunjuk pola makan sehat dari berbagai literatur. Dan yang paling penting mulai OLAHRAGA!
January 26th, 2007 at 11:07 am
bukan iklan neeh, coba ikut prulink / prudential, opname, operasi, dan obat ditanggung mereka bila kita sakit ( berlaku setahun setelah ikut polisnya). Bulan depan juga saya baru mau join. Hari gini sereem denger biaya rs.
January 28th, 2007 at 6:42 pm
Iya, Insya Allah, Bapak mas Rizya cepat sembuh yah. makanya kalau kekantor pakai bus dan jalan kaki mas, biar sekalian olah raga gituh
January 28th, 2007 at 7:42 pm
Makasih Dit
Boss Rian, nanti saya tanya2 soal prulinknya ya…